Kamis, 07 Juni 2012

Mekanisme Transpor Membran (Panduan Guru)


dilengkapi dengan:
- Kegiatan mandiri siswa



D. KEGIATAN MANDIRI SISWA


TUGAS MANDIRI
Petunjuk:
  1. Tugas mandiri dikerjakan di rumah (di luar jam pelajaran). 
  2. Dikerjakan berkelompok, tiap kelompok 3 orang. 
  3. Setiap kelompok membuat laporan hasil kegiatan secara singkat dalam 1 lembar kertas folio dengan panduan pertanyaan-pertanyaan di bawah.
  4. Dikumpulkan 1 minggu setelah pemberian tugas ini.

Alat dan Bahan:
  1. Gelas kaca berukuran sedang 2 buah
  2. Pisau 
  3. Spidol 
  4. Air
  5. Larutan garam 10%, dibuat dengan melarutkan 25 gram garam dalam 250 ml air. 
  6. Apel yang telah diiris

Cara kerja:
  1. Isi gelas kaca masing-masing dengan air dan larutan garam, kemudian beri tanda masing-masing gelas tersebut.
  2. Siapkan 4 irisan apel. Catat atau gambar bentuknya. 
  3. Masukkan 2 irisan apel ke dalam gelas beker yang berisi akuades dan dua irisan apel lainnya ke dalam gelas yang berisi larutan garam.
  4. Diamkan selama semalam.
  5. Keesokan harinya, ambil irisan apel tersebut. Catat perubahan bentuknya. 
  6. Masukkan data hasil eksperimen dalam tabel:
Irisan apel pada
Sebelum perendaman 1 malam
Setelah perendaman 1 malam
Larutan garam


Air




Pertanyaan: 
  1. Irisan apel yang manakah yang kehilangan air dan irisan apel yang manakah yang dimasuki air? 
  2. Pada gelas yang berisi air, dimanakah konsentrasi air yang lebih tinggi? Di dalam atau di luar irisan apel? Jelaskan pendapatmu. 
  3. Pada gelas yang berisi larutan garam, dimanakah konsentrasi air yang lebih tinggi? Di dalam atau di luar irisan apel? Jelaskan pendapatmu. 
  4. Peristiwa apa yang terjadi dalam kegiatan tersebut?

Mekanisme Transpor Membran (Panduan Guru)

dilengkapi dengan:
- RPP
- Media pembelajaran (presentasi)



C. MEDIA PEMBELAJARAN (PRESENTASI)

- pointer Mekanisme Transpor Membran : Power Point Transpor Membran

- media pembelajaran Transpor Pasif : Power Point Transpor Pasif




Mekanisme Transpor Membran (Panduan Guru)

dilengkapi dengan:
- Materi Pelajaran
- RPP
- Media Pembelajaran
- Kegiatan Mandiri Siswa


B. RPP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
1.      Identitas Sekolah :
           Nama Sekolah            : SMA N....
              Mata Pelajaran           : Biologi
             Kelas/Semester           : XI (Sebelas)/ 1 
                     Tahun Ajaran               : 2011/2012 
                     Standar Kompetensi    :  1.   Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan 
                    Kompetensi Dasar      :1.3 Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis,  transpor aktif, endositosis, eksositosis)
            Indikator                    :
·         Menjelaskan proses difusi dan osmosis yang terjadi pada membran plasma.
·         Menyebutkan contoh partikel yang melewati membran difusi dan osmosis.
           Alokasi Waktu           : 1x15 menit

2.      Tujuan Pembelajaran :
·      Siswa dapat menjelaskan proses difusi dan osmosis yang terjadi pada membran plasma.
·    Siswa dapat menyebutkan contoh partikel yang melewati membran menggunakan cara difusi sederhana dan difusi terfasilitasi.

3.      Materi Pembelajaran         :
Transpor membran meliputi: difusi, osmosis, transpor aktif, endositosis, dan eksositosis.
Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transport pasif mencakup osmosis dan difusi.
·         Difusi merupakan pergerakan acak partikel-partikel dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah hingga mencapai konsentrasi yang sama.
Difusi terdiri atas 2 jenis, yaitu difusi sederhana dan difusi terfasilitasi.
-        Difusi sederhana, molekul melewati membran secara difusi langsung, yaitu oksigen, karbondioksida, dan molekul yang larut dalam lemak.
-        Difusi terfasilitasi, menggunakan protein chanel dan protein pembawa pada lintasannya untuk membantu keluar masuknya molekul, contohnya glukosa, asam amino, Na+, K+, Ca+, Cl-.
·         Osmosis adalah perpindahan pelarut (misalnya air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrasi pelarut tinggi (hipotonik) menuju konsentrasi pelarut rendah (hipertonik).
          Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi/pelarut rendah), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah/pelarut tinggi), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang.
           Dalam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. Oleh sebab itu, dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik.

4.      Pendekatan dan Metode Pembelajaran :
Pendekatan: induktif
Metode Pembelajaran:
·         Demonstrasi
·         Tanya jawab
5.      Alat dan Media Pembelajaran :
·         Seperangkat alat demonstrasi peristiwa difusi dan osmosis untuk melakukan kegiatan mencampur cairan antiseptik dengan air, menyemprot parfum, mencampur air dengan tinta, merendam larutan gula yang ada di tabung selaput membran telur, merendam larutan gula yang ada dalam botol berlubang halus.
·         Komputer, LCD, Screenview
·         Powerpoint materi difusi osmosis

6.      Langkah Kegiatan Pembelajaran :
a.       Kegiatan awal (3 menit)
·  Mengungkap kembali mengenai fungsi membran plasma adalah tempat keluar masuknya zat-zat ke dalam dan ke luar sel.
·        Siswa mengamati dan membedakan daun bawang yang direndam air selama 2 jam dan daun bawang yang tidak direndam air.
·  Guru mengarahkan pikiran siswa agar siswa penasaran dan termotivasi untuk mengetahui mengapa daun bawang mengeras setelah direndam air dan siswa akan menemukan jawabannya setelah mengikuti pelajaran.

b.      Inti (10 menit)
         Presenting Examples
-   Siswa melakukan percobaan dengan berkelompok, yaitu: mencampur cairan antiseptik, menyemprot parfum, mencampur air dengan tinta, merendam larutan gula yang ada di tabung selaput membran telur, merendam larutan gula yang ada dalam gelas berlubang halus.
-  Siswa dalam kelompok masing-masing menjelaskan hasil percobaan yang dilakukan kelompoknya.

Closure:
Peristiwa 1 (difusi):
- Guru menjelaskan bahwa menyemprotkan parfum, mencampur cairan anti septik, mencampur tinta termasuk kegiatan yang merupakan contoh peristiwa difusi.
-  Guru membimbing siswa untuk mengetahui pengertian dari larutan dengan konsentrasi tinggi dan larutan dengan konsentrasi rendah.
- Siswa merumuskan definisi difusi menggunakan kata-kata sendiri setelah melakukan percobaan dan mengetahui pengertian larutan dengan konsentrasi tinggi dan rendah.
Peristiwa 2 (osmosis)
-  Guru menyebutkan bahwa merendam larutan gula yang ada di tabung dengan selaput membran telur, merendam larutan gula yang ada di botol berlubang halus merupakan peristiwa osmosis.
- Guru membimbing siswa untuk mengerti larutan dengan konsentrasi pelarut rendah (hipertonis) dan larutan dengan konsentrasi pelarut tinggi (hipotonis).
-    Siswa merumuskan pengertian osmosis menggunakan kata-kata sendiri.

            Additional Examples
-   Siswa menerima penjelasan guru bahwa difusi terdiri atas 2 jenis, yaitu difusi sederhana dan difusi terfasilitasi.
-     Siswa mengamati gambar/animasi difusi dan osmosis.
-  Guru menanyakan kepada siswa kaitan antara daun bawang yang mengeras dengan peristiwa difusi osmosis.
-    Guru mengklarifikasi dan memperjelas pengertian difusi dan osmosis yang merupakan transpor pasif pada membran sel.

c.       Penutup (2 menit)
-       Siswa dan guru menyimpulkan perbedaan antara difusi dan osmosis.
-    Siswa diberi tugas untuk melakukan percobaan mandiri perendaman apel yang menunjukkan terjadinya peristiwa osmosis.

7.      Sumber Belajar :
·         Buku guru:
Irawati. 2009. Struktur dan Fungsi Membran Sel. Diakses pada 9 Mei 2012 pada pukul 20.44 WIB dengan alamat:  http://www.sith.itb.ac.id/profile/pdf/iriawati/bahan-kuliah/bahan-2/StrukturDanFungsiMembranSel-februari09.pdf
Istiqomah, Nurul Fajar. 2011. Transpor Nutrien (Revisi). Makalah Mikrobiologi. Yogyakarta: FMIPA UNY.
Kimball, John W. 1983. Biologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Salisbury, Frank B. Dan Cleon W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Penerbit ITB Bandung.
Sumadi dan Aditya Marianti. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu.

·         Buku siswa:
Aryulina, Diah, dkk. Biologi 1 SMA. Jakarta: ESIS.


8.      Penilaian:
Soal : 
1.      Apakah perbedaan antara difusi dan osmosis?
Jawab :
1.     Difusi merupakan pergerakan acak partikel-partikel (tidak hanya air) dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, tidak melewati membran semipermiabel. Sedangkan osmosis adalah pergerakan air (pelarut) dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah melalui membran semipermiabel.

                                                                                    Yogyakarta, 10 Mei 2012
Dosen Pembimbing                                                                     Mahasiswa


   Siti Mariyam, M. Kes.                                                               Kintan Limiansi
      NIP.                                                                                       NIM. 09304244041

Senin, 28 Mei 2012

Mekanisme Transpor Membran (Panduan Guru)

dilengkapi dengan:
- Materi Pelajaran
- RPP

A. MATERI PELAJARAN

Transpor Pasif

1. Difusi
Merupakan pergerakan acak partikel-partikel dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah hingga mencapai konsentrasi yang sama.
Difusi merupakan proses irreversible. Pada fasa gas dan cair, peristiwa difusi mudahterjadi; pada fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama.
Partikel yang dapat berdifusi melalui membran sel adalah partikel yang berukurang kecil, seperti asam amino, gula, dan ion kecil lainnya.
Difusi terdiri atas 2 macam :
 a. Difusi biasa
Molekul melewati membran secara langsung (menembus membran).
Molekul yang bersihat larut lemak, karena membran sel terdiri atas lemak.Contoh molekul: O2, CO2 dan N
Juga zat lain yang bermolekul kecil seperti air, etanol, gliserol, dan urea.
 b. Difusi terfasilitasi

                                                  gambar: rudynmaryanto.blogspot.com

    - menggunakan protein chanel

                                                     gambar: anwarsukses.blogspot.com

    - menggunakan protein pembawa

                                                     gambar: rc84.wordpress.com

2. Osmosis
                   Osmosis adalah perpindahan pelarut (misalnya air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrasi pelarut tinggi (hipotonik) menuju konsentrasi pelarut rendah (hipertonik).
          Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi/pelarut rendah), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah/pelarut tinggi), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang.
           Dalam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. Oleh sebab itu, dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik.
-        Bila sel tumbuhan direndam dalam larutan hipertonis, sitoplasma mengkerut dan terdorong menjauhi dinding sel (plasmolisis). Sedangkan yang direndam larutan hipotonis, sel membengkak namun tidak pecah (turgid) karena memiliki dinding sel.


                              gambar: bigtimearcade.com
 


-        Sel hewan yang direndam pada larutan hipertonis, sel akan kehilangan air dan mengkerut (krenasi). Bila direndam dalam larutan hipotonis, sel menyerap air, membengkak dan pecah (hemolisis).
                                                             gambar: englishclass.jp

Trasnpor Aktif

Transpor aktif adalah perpindahan zat melalui membrane selektif permiabel dari tempat yang konsentrasi zatnya rendah ke tempat yang konsentrasi zatnya tinggi menggunakan energi (ATP) dan enzim pengangkut (protein carier).
Senyawa yang berupa karbohidrat agar dapat diserap harus dipecah atau disederhanakan dahulu menjadi monosakarida, seperti fruktosa, glukosa dan galaktosa. Senyawa-senyawa tersebut masih bersifat pasif sehingga sukar diserap oleh sel. Untuk itu harus diaktifkan lebih dahulu dengan menggunakan energi yang tersimpan di dalam sel berupa energi kimia yang disebut ATP (Adenosin Tri Phospat). Untuk membebaskan energi ATP diperlukan enzim tertentu sehingga terbatas energinya berupa 1 mol phospat sehingga sisanya berupa ADP (Adenosin Diphospat). Peristiwa inilah yang disebut transpor aktif. Transpor aktif melawan gradien konsentrasi suatu zat. Contohnya pompa Na+, K+.
Transport aktif terbagi atas transport aktif primer dan sekunder. Transport aktif sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter transport (exchange).
1. Transport aktif primer 
Memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel sedang 2 K akan dipompa kedalam sel. Pada Ca pump, ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi Ca dalam sel rendah.
                    gambar:bioap.wikispaces.com

2.  Trasnpor aktif sekunder

 
        gambar: howmed.net 

Endositosis dan Eksositosis 
Endositosis
Sel memasukkan makromolekul dan materi yang sangat kecil dengan cara membentuk vesikula baru dari membran plasma. sebagian kecil luas membran plasma terbenam ke dalam membentuk kantong. Begitu kantong semakin dalam, kantong terjepit membentuk vesikula yang berisi materi yang telah terdapat di luar selnya.

                                                   gambar: biogenblog.blogspot.com
 Eksositosis
 Sel mensekresikan makromolekul dengan cara menggabungkan vasikula dengan membran plasma. Kebalikan dari endositosis.






RPP - interaktif - Monokotil & Dikotil

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
1.      Identitas Sekolah :
  • Nama Sekolah            : SMA .
  • Mata Pelajaran           : Biologi 
  • Kelas/Semester          : X (Sepuluh)/ 2 
  •  Tahun Ajaran              : 2011/2012 
  • Standar Kompetensi   :  3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati 
  • Kompetensi Dasar        :          3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup. 
  •  Indikator                     :
·         Menjelaskan pengertian monokotil dan dikotil.
·         Menyebutkan ciri-ciri morfologi yang membedakan antara tumbuhan dikotil dan monokatil melalui pengamatan.
  • Alokasi Waktu            : 1x15 menit

2.      Tujuan Pembelajaran       :
      Siswa dapat:
·         Menjelaskan pengertian monokotil dan dikotil.
·         Menyebutkan ciri-ciri morfologi yang membedakan antara tumbuhan dikotil dan monokatil melalui pengamatan.

3.      Materi Pembelajaran
Pengertian monokotil dan dikotil:
-                   Monokotil: berasal dari kata monocotyledone, mono dan cotyledon, berarti satu kotiledon.
-                  Dikotil: berasal dari kata dicotyledone, di dan cotyledone, berarti dua kotiledon.

Perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil:

Bagian tumbuhan
Monokotil
Dikotil
Akar
Serabut
Tunggang
Batang
Tidak berkambium, tidak berkayu
Berkambium, berkayu
Daun (pertulangan)
Sejajar atau melengkung
Menyirip atau menjari
Bunga (perhiasan bunga)
Kelipatan 3
Kelipatan 4 atau 5
Biji
Berkeping 1
Berkeping 2
 
4.      Pendekatan dan Metode Pembelajaran :
Pendekatan: induktif
Metode Pembelajaran:
·         Observasi
·         Tanya jawab

5.      Alat dan Media Pembelajaran :
Tumbuh-tumbuhan monokotil dan dikotil, white board, board marker, pisau
6.      Langkah Kegiatan Pembelajaran :
a.     Kegiatan awal (2 menit)
Guru mengingatkan kepada siswa mengenai pembagian tumbuhan berbiji yang terdiri dari Gymnospermae dan Angiospermae.
Siswa menyebutkan ciri-ciri tumbuhan Angiospermae dan contohnya.
Menanyakan pengalaman siswa apa yang dirasakan dan perbedaan saat makan biji jagung dan makan kacang.

b.      Inti (10 menit)
Presenting examples
-        Siswa membagi diri menjadi kelompok kecil, masing-masing kelompok beranggotakan 4 orang.
-        Guru membagikan tumbuhan-tumbuhan yang telah dicampur acak kepada setiap kelompok.
-        Siswa memisahkan tumbuhan-tumbuhan menjadi dua kelompok besar berdasarkan ciri yang diamati pada bagian akar, batang, daun, bunga, biji.
Closure
-        Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian monokotil dan dikotil.
-        Guru menyatakan bahwa tumbuhan yang mereka pisahkan adalah contoh tumbuhan monokotil dan dikotil.
-        Siswa mengidentifikasi perbedaan morfologi monokotil dan dikotil dari berbagai bagian tumbuhan, baik akar, batang, bunga, daun melalui pengamatan terhadap tumbuhan-tumbuhan yang ada.
-        Siswa mengisi tabel yang disediakan guru dengan bimbingan guru.

Additional examples
-        Guru menginstruksikan siswa untuk memotong dan mengupas batang tumbuhan dikotil dan monokotil.
-        Guru menjelaskan bahwa tumbuhan dikotil memiliki batang berkambium, ditunjukkan struktur batang yang lengket saat dikupas. Sedangkan monokotil tidak memiliki kambium.
-        Guru menginstruksikan siswa untuk membuka biji kacang dan biji jagung.
-        Guru menjelaskan bahwa biji jagung kotiledonnya hanya kecil, hampir tidak terlihat langsung, yang dominan adalah endosperm, sedangkan kotiledon pada kacang cukup jelas.

c.       Penutup (3 menit)
-        Siswa bersama guru menyimpulkan perbedaan monokotil dan dikotil.
-        Guru menugaskan siswa untuk mendata tumbuhan-tumbuhan di sekitar rumahnya dan menggolongkan termasuk monokotil atau dikotil berdasarkan pengamatan morfologinya.
Kemudian siswa mencari klasifikasinya melalui internet dan menggolongkan tumbuhan yang diperoleh berdasarkan ordonya.
Selanjutnya siswa mengelompokkan ordo-ordo yang termasuk dalam monokotil dan ordo yang termasuk dalam dikotil.

7.      Sumber Belajar :
Alfiansyah, Muhammad. - . Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Diakses pada Kamis, 5 April 2012 pukul 05.30 WIB dengan alamat http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/perbedaan-tumbuhan-dikotil-dan.html

Anonim. 2011. Tumbuhan biji : Monokotil dan Dikotil. Diakses pada Kamis, 5 April 2012 pukul 06.00 WIB dengan alamat http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2133968-tumbuhan-biji-monokotil-dan-dikotil/

8.      Penilaian:
a.      Soal :
Sebutkan ciri-ciri morfologi yang membedakan antara tumbuhan dikotil dan monokatil
b.      Kunci Jawaban:
Bagian tumbuhan
Monokotil
Dikotil
Akar
Serabut
Tunggang
Batang
Tidak berkambium, tidak berkayu
Berkambium, berkayu
Daun (pertulangan)
Sejajar atau melengkung
Menyirip atau menjari
Bunga (perhiasan bunga)
Kelipatan 3
Kelipatan 4 atau 5
Biji
Berkeping 1
Berkeping 2